PM Israel Benjamin Netanyahu (tengah) melihat dari dekat kehancuran sejumlah bangunan di Kota Arad pada Minggu (22/3/2026) karena serangan balasan rudal Iran.(foto: Getty Images)

LITERASI-ONLINE.COM - Setelah memulai perang melawan Iran pada 28 Februari 2026, kini Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, meminta bantuan pemimpin negara lain untuk melawan Iran.

Netanyahu memperingatkan pemimpin dunia bahwa Iran memiliki kemampuan militer yang kuat.

Bahkan mampu menjangkau wilayah yang lebih luas hingga Eropa.

Permintaan bantuan kepada pemimpin dunia itu disampaikan Netanyahu saat mengunjungi lokasi serangan rudal Iran di Kota Arad, Minggu (22/3/2026).

Serangan rudal balistik Iran menghancurkan bangunan-bangunan di Kota Arad.

Iran tetap massif melancarkan serangan rudal dan drone ke beberapa kota yang diduduki Israel yang menimbulkan kerusakan besar, menelan korban jiwa, dan korban luka. 

Bangunan yang hancur di Kota Arad, Israel, karena serangan Iran. (Foto: Getty Images)

Serangan terbaru Iran berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2025.

Serangan terbaru ini mengguncang Kota Yerussalem, membuat warga Israel panik dan berlarian mencari perlindungan. 

Baca: Warga Kashmir di India Sumbangkan Perhiasan Emas dan Perak untuk Dukung Iran

Seperti serangan di beberapa wilayah lainnya, sistem pertahanan udara Israel (Irone Dome) juga gagal mencegat rudal Iran yang meluncur ke Kota Yerussalem. 

Usai menyaksikan kerusakan parah di Kota Arad, Netanyahu mendesak para pemimpin dunia untuk mengambil tindakan bersama menghadapi ancaman Iran. 

Ia menyerukan dukungan terhadap operasi militer Israel yang disebut 'Operation Roaring Lion' atau 'Epic Fury' yang sudah memasuki pekan keempat.


Baca juga