Selat Hormuz

Trump menilai, negara-negara Eropa merupakan penerima manfaat utama dari pelayaran melalui jalur itu dan seharusnya turut membantu memastikan keamanan jalut Selat Hormuz.

Inggris Tegas Menolak

Pemerintah Inggris menolak ide operasi militer di Selat Hormuz di bawah naungan NATO. 

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan, upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz harus dilakukan melalui aliansi mitra, bukan sebagai misi NATO. 

“Saya tegaskan, itu tidak akan dan tidak pernah direncanakan sebagai misi NATO,” kata Keir Starmer dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026).

Prancis juga menolak inisiatif Trump mengirim kapal perang ke selat itu.

Polandia melalui Menteri Luar Negeri, Radoslaw Sikorski, ikut menolak ajakan Trump.

"Polandia tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi dalam misi semacam itu," kata Radoslaw Sikorski.

Sikap tegas juga ditunjukkan Yunani. Melalui juru bicara pemerintah Yunani, Pavlos Marinakis, Yunani menolak berpartisipasi jika misi angkatan laut Aspides yang melindungi kapal di Laut Merah, diperluas ke Selat Hormuz.

Sedangkan pemerintah Swedia tidak melihat perlunya peran apa pun dari negaranya dalam memastikan keamanan jalur pelayaran Selat Hormuz. 

Menurut Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson, tidak relevan bagi Swedia untuk berpartisipasi. (*)


Baca juga