Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich

Hizbullah menegaskan, serangan kali ini sebagai balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei karena serangan gabungan Israel-AS pada 28 Februari 2026.

Aktifnya kembali Hizbullah membuat konsentrasi militer Israel terpecah di tengah perang lawan Iran.

Hizbullah memiliki kemampuan melancarkan serangan mematikan melalui mortir dan roket.

Pada Jumat (13/3/2026) pejuang Hizbullah melancarkan serangan bersama militer Iran yang menyasar wilayah utara yang diduduki Israel. 

Serangan bersama ini menimbulkan kerusakan bangunan di Galilea dan beberapa lokasi lainnya di bagian utara Israel. (*)


Baca juga