Tentara AS mengoperasi pencegat rudal.
LITERASI-ONLINE.COM - Militer Israel kini kesulitan menghadapi gelombang serangan drone dan rudal balistik Iran, karena stok amunisi pencegat rudal makin menipis. Pencegat rudal Israel makin terkuras karena kelompok perlawanan Hizbullah juga gencar melancarkan serangan roket ke arah Israel dari wilayah Lebanon. Bahkan serangan bersama militer Iran dan HIzbullah pekan ini menghancurkan bangunan-bangunan di Galilea dan beberapa lokasi di utara Israel. Israel dikabarkan sudah menyampaikan situasi ini ke Amerika Serikat.Informasi inI berasal dari sejumlah pejabat AS yang dilaporkan kepada Semafor.“Israel memberi tahu Amerika Serikat pekan ini bahwa mereka berada dalam kondisi kekurangan kritis interseptor rudal balistik, seiring konflik dengan Iran yang masih berlangsung,” tulis laporan itu, seperti diberitakan Reuters, Minggu (15/3).Keterbatasan stok itu menjadi masalah serius, karena interseptor merupakan komponen penting dalam sistem pertahanan udara Israel untuk mencegat rudal yang masuk ke wilayahnya.AS sebenarnya sudah mengetahui keterbatasan kapasitas interseptor Israel sejak beberapa bulan terakhir. Namun, AS sendiri mengalami kekurangan interseptor karena terkuras menghadapi gelombang drone dan rudal balistik Iran yang menyasar pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi dan Irak.Kerusakan Parah di GalileaKurangnya pencegat rudal membuat pertahanan udara Israel kini dengan mudah dibobol rudal Iran maupun roket Hizbullah.
Baca juga