Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez

LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintahan Spanyol dibawah kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Pedro Sanchez memutuskan menarik duta besarnya untuk Israel dari Tel Aviv. 

Langkah ini semakin mempertegas sikap Spanyol yang sebelumnya melancarkan kritik keras pada Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menyerang Iran tanpa alasan yang jelas. 

Sebelumnya, pemerintah Spanyol juga gencar menentang genosida Israel di jalur Gaza, Palestina.

Keputusan Spanyol menarik duta besarnya untuk Israel, Ana Maria Salomon Perez, dari Tel Aviv diumumkan melalui pernyataan resmi, Rabu (11/3/2026). 

Informasi dari Kementerian Luar Negeri Spanyol menyebutkan, kedutaan besar Spanyol di Israel akan dipimpin oleh seorang charge d’affaires atau kuasa usaha sementara. 

Situasi ini semakin memperburuk hubungan diplomatik antara Spanyol dan Israel dalam empat tahun terakhir.

Apalagi, Spanyol merupakan salah satu negara Eropa yang sudah mengakui kedaulatan negara Palestina. 

Selama ini, pemerintah Spanyol secara konsisten mengecam operasi militer Israel dan bahkan menyebutnya sebagai genosida di Palestina. 

Pada tahun 2025, Spanyol bahkan mengambil langkah keras dengan melarang kapal dan pesawat yang membawa senjata untuk Israel menggunakan pelabuhan atau wilayah udaranya. 

Terbaru, Spanyol menolak permintaan Presiden AS Donald Trump untuk menggunakan pangkalan udaranya menyerang Iran. 

Spanyol menilai, serangan militer AS-Israel ke Iran melanggar hukum internasional atau ilegal. 


Baca juga