Profesor Jiang Xueqin
LITERASI-ONLINE.COM - Nama Profesor Jiang Xueqin kembali viral karena prediksinya tahun 2024 lalu mengenai pecahnya perang Amerika Serikat (AS) lawan Iran terbukti benar.Perang dua negara ini dimulai pada 28 Februari 2026, ketika militer gabungan AS-Israel menyerang Kota Teheran dan kota lain di Iran.Dalam hitungan jam, militer Iran merespons keras dengan serangan langsung ke Israel dan beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah. Potongan video lama Profesor Jiang Xueqin kini mengguncang jagat media sosial, karena rangkaian analisisnya mengenai peta konflik global terbukti akurat.Profesor Jiang Xueqin adalah sejarawan, penulis, dan analis geopolitik yang berbasis di Kota Beijing, China.Di tengah memanasnya suhu di Timur Tengah pada Maret 2026 ini, salah satu ramalannya yang paling menyengat kembali diperbincangkan.Dalam analisisnya, Profesor Jiang Xueqin memprediksi AS kalah perang melawan Iran.Analisis ini pertama kali disampaikan Profesor Jiang ke publik pada Mei 2024 lalu. Ketika itu, banyak pengamat menganggap pernyataan Profesor Jiang terlalu spekulatif, bahkan cenderung mustahil. Pengamat lain menilai, superioritas militer AS jauh melampaui kemampuan militer Iran. Namun, memasuki tahun 2026, dua dari tiga ramalan besar Prof Jiang telah menjadi kenyataan.Pertama, ia pernah memprediksi Donald Trump akan kembali ke kursi kepresidenan Amerika Serikat dan terbukti hari ini.Kedua, prediksi Prof Jiang tahun 2024 lalu mengenai pecahnya perang AS lawan Iran, juga menjadi kenyataan sekarang. Saat ini, publik dunia menunggu hasil ramalan ketiganya, yakni kekalahan telak AS dalam perang lawan Iran.Meski perang belum berakhir, "tanda-tanda" kebenaran prediksi Prof Jiang mengenai kekalahan AS lawan Iran mulai tampak.Militer AS mengakui, kesulitan menghadapi serangan drone dan rudal balistik Iran."Payung udara" AS gagal membentengi kota-kota di Israel.AS juga gagal melindungi pangkalan-pangkalan militernya di Timur Tengah dari serangan presisi rudal Iran. Ketika Presiden AS Donald Trump menyebut Iran sudah melemah, Garda Revolusi Islam Iran justru melancarkan gelombang serangan baru pada Selasa (10/3/2026) selama tiga jam tanpa henti.Benteng Alam Melalui kanal YouTube terbarunya belum lama ini, Prof Jiang merilis sebuah video berjudul How Iran can CRIPPLE the West in One Move atau Bagaimana Iran dapat Melumpuhkan Barat dalam Satu Langkah. Prof Jiang membedah secara teknis mengapa militer AS akan menghadapi masalah besar jika nekat melakukan invasi darat ke Iran.
Baca juga