Anggota pasukan keamanan dan penyelamat Israel bekerja di sela-sela bangunan yang hancur di Kota Tel Aviv setelah terkena rudal balistik Iran pada Minggu (1/3/2026). Pada Selasa (10/3), Iran melancarkan gelombang serangan baru ke Israel. (ANTARA/Xinhua/Chen Junqing/aa.
LITERASI-ONLINE.COM - Militer Iran melancarkan gelombang serangan balasan terbaru ke wilayah Israel dan sejumlah target Amerika Serikat (AS) pada Selasa (10/3/2026) malam waktu setempat.Gelombang serangan terbaru ini mengguncang sejumlah kota yang diduduki Israel. Juga menyasar fasilitas militer dan aset Amerika Serikat di Timur Tengah.Dalam gelombang serangan sebelumnya, drone serang dan rudal balistik Iran mampu menembus pertahanan udara Israel maupun "payung udara" AS di kawasan Timur Tengah. Kantor berita Tasnim melaporkan, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut operasi militer ini bersandi "Ya Ali Ibn Abi Talib." Iran mengerahkan rudal Khorramshahr dalam jumlah terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. “Kami melanjutkan serangan kami yang terarah dan kuat," tulis pernyataan resmi IRGC pada Rabu (11/3/2026). IRGC menegaskan, tidak akan menghentikan operasi militer hingga ancaman terhadap negara Iran benar-benar hilang. "Kami akan mengakhiri perang ini hanya ketika bayang-bayang perang benar-benar terangkat dari negara kami,” jelas IRGC. Laporan sementara menyebutkan, gelombang serangan Iran kali ini menghantam sejumlah lokasi strategis. Antara lain pusat komunikasi satelit Ha'ela di selatan Kota Tel Aviv, Israel. Merusak instalasi militer di Be'er Ya'akov (Yerusalem) bagian barat, dan Haifa.
Baca juga