Pesawat Angkatan Udara AS (USAF)
LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah Spanyol secara resmi dan tegas menolak memberikan izin kepada militer Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan pangkalan udara militer bersama di wilayahnya untuk melancarkan serangan ke Iran.Bahkan pemerintah Spanyol melancarkan kritik keras kepada Presiden AS, Donald Trump, yang menyerang Iran tanpa alasan yang jelas.Pemerintah Spanyol menilai, AS melakukan intervensi militer yang berbahaya dan tidak dapat dibenarkan.Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez, secara eksplisit mengecam aksi militer sepihak yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pedro Sanchez memperingatkan bahwa tindakan agresif AS dan Israel itu hanya akan memperburuk situasi global dan berkontribusi pada tatanan internasional yang lebih bermusuhan serta penuh ketidakpastian."Sangat penting untuk diingat bahwa Anda bisa saja menentang rezim Iran, namun pada saat yang sama, kami tetap menentang intervensi militer yang tidak adil dan berbahaya yang berada di luar hukum internasional," tegas Pedro Sanchez saat berpidato di Kota Barcelona, Spanyol, seperti dilansir The Guardian, Selasa (3/3/2026).Pemerintah Spanyol secara resmi menolak militer AS menggunakan pangkalan udara Rota dan Moron untuk melanjutkan serangan udara ke Iran. Pindahkan 15 Pesawat ASSitus pelacakan penerbangan Flightradar24 mencatat sebanyak 15 pesawat tanker KC-135 milik AS telah meninggalkan pangkalan militer Rota dan Moron di Spanyol selatan sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.Sebuah laporan menyebutkan, setidaknya tujuh pesawat telah dipindahkan AS ke Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.Kemudian dua pesawat AS lainnya menuju Prancis, setelah Spanyol menolak permintaan AS.
Baca juga