Jet tempur Amerika Serikat jenis F-15 jatuh di wilayah Kuwait pada Senin (2/3/2026) pagi waktu setempat. (foto: kantor berita Tasnim)

Kementerian Pertahanan Kuwait juga tidak menjelaskan apakah jet-jet tempur itu jatuh karena insiden "salah sasaran" atau terkena rudal Iran. 

F-15E Strike Eagle adalah pesawat multiperan udara-ke-udara dan udara-ke-darat.  

Sebelumnya, pemerintah Iran mengonfirmasi serangan terhadap beberapa target militer AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA), seperti dilaporkan kantor berita Fars. 

Negara-negara ini menjadi lokasi pangkalan udara yang menampung aset militer AS.

Klaim Militer Iran

Sementara itu, angkatan bersenjata Iran mengeklaim berhasil menembak jatuh jet tempur Amerika Serikat jenis F-15 di wilayah perbatasan Iran–Kuwait pada Senin (2/3/2026) pagi waktu setempat. .

Rekaman yang beredar di media sosial dan sejumlah situs berita menunjukkan detik-detik jet itu kehilangan kendali sebelum akhirnya jatuh dan menghantam daratan di Kuwait. 

Dalam pernyataan resminya, otoritas pertahanan Kuwait menyebut pesawat itu hancur setelah ditembak jatuh. Menurut kantor kantor berita Iran Tasnim, peristiwa ini disebut sebagai pertama kalinya dalam 27 tahun sebuah jet tempur berawak milik AS dilaporkan berhasil dihancurkan secara resmi. 

Insiden terakhir yang serupa terjadi pada 1995, saat konflik Kosovo, ketika jet siluman F-117 milik AS ditembak jatuh oleh pasukan Yugoslavia. (*)




Baca juga