Kota Tel Aviv, Israel, menjadi sasaran serangan balasan militer Iran. (Foto: AFP)

LITERASI-ONLINE.COM - Serangan balasan Iran menyasar dua kota besar di Israel, yakni Yerusalem dan Tel Aviv, Sabtu (28/2/2026).

Iran memberi respon keras setelah militer gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke Kota Teheran dan beberapa kota lainnya di Iran, Sabtu (28/2) pagi.

Gelombang serangan balasan Iran menimbulkan kerusakan besar di Kota Tel Aviv, ibukota Israel. 

Seorang wanita di Tel Aviv tewas karena rentetan rudal yang dilancarkan Iran.

Selain korban tewas, puluhan orang dikabarkan terluka.

Serangan rudal Iran mampu menembus pertahanan udara Israel yang dibantu militer AS.  

Korban tewas dan puluhan luka di Kota Tel Aviv dibenarkan oleh layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), dalam pernyataan resminya, Minggu (1/3/2026).

Wartawan AFP yang berada di Kota Tel Aviv melaporkan bahwa pemerintah Israel telah mengerahkan petugas ke sejumlah wilayah yang rusak.

Menurut wartawan AFP itu, sejumlah bangunan hancur lebur karena ledakan. Jalan-jalan di Kota Tel Aviv dipenuhi reruntuhan bangunan dan mobil-mobil yang terbakar. 

Petugas pemadam kebakaran harus bekerja keras memadamkan api, sedangkan tim penyelamat berjuang mengevakuasi korban luka.

AFP melaporkan, sepanjang malam terdengar ledakan keras di kawasan Tel Aviv, Yerusalem, dan Tepi Barat yang diduduki Israel.

Juru bicara kepolisian Israel, Dean Elsdunne, menyebut hingga saat ini tim tanggap darurat masih memeriksa gedung-gedung yang rusak untuk memeriksa kerusakan dan memeriksa apakah ada korban lainnya.

Warga Sipil 

Sebelumnya, Israel dan Amerika Serikat telah lebih dulu melancarkan serangan ke Iran.

Sejumlah kota pada beberapa provinsi di Iran terdampak serangan tersebut.

Antara lain wilayah Isfahan, Qom, Tabriz, hingga Ibu Kota Teheran. 

Bulan Sabit merah Iran melaporkan sejauh ini ada 201 orang korban tewas akibat serangan Israel-AS tersebut, dan 747 orang lainnya terluka.

Korban tewas dan terluka adalah warga sipil.

Serangan Israel-AS antara lain menyasar sekolah dan menewaskan sejumlah siswi. Karena serangan brutal Israel-AS itu, Iran menutup seluruh universitasnya untuk sementara waktu.

Selain menyerang langsung Israel, militer Iran juga meledakkan pangkalan militer AS yang berada di Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar. (*)



Baca juga