Ayatollah Ali Khamanei

LITERASI-ONLINE.COM - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikonfirmasi syahid dalam serangan gabungan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di Kota Teheran, Sabtu (28/2/2026). 

Ali Khamenei merupakan pemimpin tertinggi Iran.

Untuk menghormati wafatnya Ali Khamenei, pemerintah mengumumkan hari berkabung nasional  selama 40 hari..

Dilansir dari Aljazeera dan laman Khamenei.ir, Ali Khamenei lahir di kota Mashhad pada 19 April 1939. 

Ali Khamenei adalah putra kedua Sayyed Javad Khamenei, ulama sederhana dan miskin yang mengajarkan keluarganya hidup sederhana dan rendah hati.

Ia menempuh pendidikan di maktab, sekolah dasar tradisional pada masa itu, untuk belajar alfabet dan Al-Qur'an. 

Ali Khamenei lalu pindah ke sekolah Islam untuk melanjutkan pendidikannya. Setelah lulus, ia memilih melanjutkan studinya di seminari teologi di Mashhad.

Setelah itu, di sekolah agama Soleiman Khan dan Nawwab, Ali Khamenei belajar logika, filsafat, dan yurisprudensi Islam.

Ketika itu, ia belajar di bawah pengawasan ayahnya dan bimbingan sejumlah ulama besar.

Terlibat Revolusi di Iran

Saat remaja, Ali Khamenei aktif mendengarkan pidato penuh motivasi dari ulama pemberani, Nawwab Safavi, menentang kebijakan rezim Reza Shah Pahlevi yang anti-Islam dan licik.

Tahun 1962, Ali Khamenei ikut bergabung dalam barisan pengikut revolusioner Imam Khomenei (pemimpin politik Revolusi Islam Iran).

Imam Khomeni aktif menentang kebijakan rezim Reza Shah Pahlevi yang dinilai pro-Amerika Serikat dan anti-Islam. 

Tanpa kenal rasa takut, Ali Khamanei mendedikasikan dirinya di jalan ini selama 16 tahun hingga akhirnya rezim Reza ShahPahlevi tumbang.

Karena keberaniannya menentang rezim Reza Shah Pahlevi, Ali Khamenei mendapat kehormatan dari Imam Khomeini untuk beberapa misi penting dan rahasia.

Selama perjuangannya dalam revolusi Islam di Iran, Ali Khamenei ditangkap, dipenjara dan diasingkan. 


Baca juga