Donald Trump

Berdasarkan kesepakatan itu, AS dibantu negara sekutu melancarkan invasi ke Afghanistan.

Reaksi Keras

Sebagai respon atas pernyataan Trump, Kantor Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan Trump telah meremehkan peran pasukan NATO. 

Pemerintah Inggris menegaskan, pernyataan itu merupakan penghinaan besar bagi pengorbanan pasukan sekutu.

Sejumlah politisi mendesak PM Inggris Keir Starmer untuk meminta klarifikasi dan permintaan maaf dari Trump. 

Sebab, data resmi menunjukkan bahwa lebih dari 150.000 tentara Inggris bertugas di Afghanistan sejak 2001.

Bahkan operasi militer Inggris berfokus  di Provinsi Helmand, wilayah yang dikenal sebagai salah satu daerah paling berbahaya dalam konflik Afghanistan. 

Tercatat lebih dari 450 personel militer Inggris tewas selama perang Afghanistan. 

Kemarahan juga disuarakan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey.

John Healey mengatakan, Inggris dan negara sekutu mengirim tentara atas permintaan AS setelah serangan 9/11. 

“Mereka (tentara) yang gugur di Afghanistan harus dikenang sebagai pahlawan yang mengorbankan nyawa demi negara,” tegasnya.

Veteran perang Ben Obese-Jecty yang pernah bertugas di Afghanistan sebagai kapten di Royal Yorkshire Regiment, menyebut pernyataan Trump sungguh menyedihkan karena menganggap murah pengorbanan tentara Inggris dan sekutu NATO lainnya.

Diane Dernie, ibu yang anaknya terkena ranjau saat bertugas di Afghanistan, ikut marah mendengar pernyataan Trump.

Diane Dernie, ibu dari Ben Parkinson, mendesak pemerintah Inggris bersikap tegas kepada Trump. (*)


Baca juga