Presiden Perancis Emmanuel Macron

LITERASI-ONLINE.COM - Para pemimpin Eropa yang selama ini menjadi sekutu Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekecewaannya pada Presiden AS, Donald Trump.

Kekecewaan itu mereka ungkapkan setelah Donald Trump mengumumkan tarif impor baru bagi 8 negara Eropa yang menghalangi ambisinya mencaplok Greenland yang merupakan wilayah Denmark.

Sebelumnya, negara-negara Eropa sudah mengirim tentara ke wilayah Greenland untuk menghadapi ancaman Donald Trump yang ingin merebut wilayah itu dengan kekuatan militer.  

Melalui unggahan di Truth Social, Trump memberlakukan tarif 10 persen untuk barang-barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari 2026. 

Tarif itu akan meningkat menjadi 25 persen jika AS gagal menguasai Greenland. 

Sejauh ini, negara-negara Eropa telah bersatu mendukung Denmark sebagai "pemilik" wilayah Greenland. 

Negara Eropa berpendapat, keamanan kawasan Arktik seharusnya menjadi tanggung jawab bersama NATO, bukan urusan AS. 

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan komitmen untuk tetap bersatu dalam menegakkan kedaulatan. 

"Tarif akan merusak hubungan transatlantik dan berisiko menyebabkan spiral penurunan yang berbahaya," kata Ursula seperti diberitakan Euronews, Sabtu (17/1/2026).  "Eropa akan tetap bersatu, terkoordinasi, dan berkomitmen untuk menjunjung tinggi kedaulatannya," katanya. 

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer mengatakan, langkah Donald Trump  mengancam menaikkan tarif sepenuhnya salah. 


Baca juga