Sekolah Islam Terpadu (SIT) Darul Fikri atau lebih populer disebut Dafi School menggelar pertemuan dengan Ikatan Cendikiawan Muslim (ICMI) dan Komunitas Anak Pelangi (K-apel), Rabu (7/1/2026) di Saung Topaz Makassar.
"Dan ini kita bisa manfaatkan untuk urban farming ini," imbuhnya.Ia juga menyinggung beberapa masalah krusial di kota Makassar yang sebenarnya dapat dimanfaatkan."Seperti biomassa (sampah), eceng gondok itu bisa dimanfaatkan, jikalau ada nilai komersilnya harus dipatenkan," tandasnya.Di sisi lain, perwakilan K-apel yang dihadiri oleh Founder Rahman Rumaday, S.I.Pem, didampingi Dewan Pembina Dr Zulkarnain Hamson, S.Sos.,M.Si dan Arwan D. Awing, SE sebagai elemen masyarakat dalam kolaborasi itu, mengambil peran sebagai pemetaan basic masalah di Kota Makassar.Seperti yang diungkapkan oleh Dewan Pembina Dr Zulkarnain Hamson saat memberikan masukan dalam pertemuan tersebut."Saya diajak bergabung dalam komunitas ini, untuk bagaimana kita dapat membangun jiwanya masyarakat kita melalui program-program yang ada di komunitas," tuturnya.Lebih jauh lagi, ia mengungkapkan bagaimana jiwa ke-Islaman kita dapat diterapkan di kota Makassar. Bahkan ia membandingkan anak-anak di kota Makassar dengan di Jepang."Tentunya ini semua butuh riset yang akan memetakan masalah yang kemudian dari hasil riset itu akan muncul inovasi yang akan menyelesaikan masalah kota Makassar," tutupnya.Ini juga ditambahkan oleh Founder K-apel Rahman Rumaday agar Dafi School sebagai sekolah yang telah menerapkan kurikulum berbasis riset agar segera membuat laboratorium riset di sekolah."Mengapa ini penting, agar Dafi School dapat menjadi rujukan bagi warga yang ingin mengetahui hasil-hasil riset tentang berbagai permasalahan di kota Makassar," ungkap penulis buku Trilogi Maharku Pedang dan Kain Kafan ini."Jika orang bertanya tentang permasalahan sampah dan bagaimana solusinya, mereka cukup datang di laboratorium riset di Dafi School dan semuanya dapat terjawab," terangnya.Pria berkacamata tebal ini juga sangat setuju agar hasil festival dan Expo riset ini dapat membentuk ekosistem riset yang selanjutnya akan secara rutin mengadakan pertemuan."Kami di K-apel akan memberikan bantuan untuk suksesnya acara Dafi Fest & Expo 2026 nanti," pungkasnya.Diketahui, pada gelaran nanti, ada 14 kompetensi riset yang akan dilakukan dengan 4 cabang jurusan yang ada.Di mana, SIT Darul Fikri telah mengadakan kegiatan Dafi Fest dan Expo Riset 2025 pada tanggal 17-20 Februari 2025 yang lalu.Expo Riset ini diikuti oleh semua murid dari lima jenjang sekolah yang ada di Dafi School, yakni para murid unit KB, TK, SD, SMP dan SMA.Pagelaran Expo Riset di tahun 2025 merupakan suatu kegiatan yang dikemas untuk menampilkan hasil riset dan penelitian dari para murid atas penelitian yang telah dilakukannya. Jumlah judul penelitian riset para murid dari semua jenjang sekolah yang ditampilkan dalam Expo Riset ini berjumlah sekitar 573 judul penelitian riset, yang semuanya dikerjakan dan dan dibuat oleh para murid Dafi School di bawah bimbingan para guru.Expo Riset ini selain bertujuan untuk mempromosikan kepada khalayak ramai bahwa salah satu budaya yang dikembangkan di Dafi School adalah budaya riset, ajang ini juga dimaksudkan sebagai sarana yang dihadirkan agar para murid Dafi School berkesempatan untuk menampilkan, memaparkan dan membagikan hasil penelitiannya kepada para pengunjung. (*)
Baca juga