Kobaran api di Kota Caracas,Venezuela, karena serangan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat.
LITERASI-ONLINE.COM - Serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela pada Sabtu (3/12/2025) dini hari menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.Data terbaru yang dilansir pemerintah Venezuela menyebutkan, jumlah korban tewas sebanyak 80 orang.Tidak dijelaskan apakah korban tewas seluruhnya tentara Venezuela atau ada warga sipil.Dalam serangan udara dan darat itu, AS bukan hanya menyasar instalasi militer Venezuela, tapi juga berdampak pada warga sipil di sejumlah titik di Kota Caracas. Sedangkan pihak militer AS "merahasiakan" apakah ada tentara mereka yang menjadi korban dalam serangan itu. The New York Times yang mengutip pejabat senior Venezuela memberitakan, jumlah korban tewas kemungkinan bertambah. Pada serangan dengan skala besar itu, tentara AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Saat ini, Nicolas Maduro dan istrinya ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, New York, AS. Presiden AS Donald Trump menuduh Nicolas Maduro terlibat kartel narkoba dan senjata api.Namun, pengamat meyakini tujuan utama Donald Trump menggulimgkan Nicolas Maduro adalah untuk menguasai cadangan minyak Venezuela. Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino, dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Minggu (4/1/2026) membenarkan banyaknya korban tewas.Jenderal Padrino mendukung Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk menjabat presiden sementara. Ia menegaskan, angkatan bersenjata telah diaktifkan di seluruh Venezuela untuk menjamin kedaulatan negara.
Baca juga