Universitas Borneo Tarakan (UBT) melakukan kunjungan ke Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Selasa, 30 Desember 2025.
LITERASI-ONLINE.COM - Universitas Borneo Tarakan (UBT) melakukan kunjungan ke Universitas Hasanuddin (Unhas) pada Selasa, 30 Desember 2025. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mempelajari strategi percepatan pembangunan Zona Integritas serta penguatan tata kelola kampus yang bersih dan melayani.Rombongan UBT disambut oleh Ketua Satuan Pengawas Internal Unhas (Dr. Andi Kusumawati, SE.,M.Si., Ak., CA), Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Unhas (Dra. Roswati, MM), anggota Tim Penilai Perguruan Tinggi Negeri (TPPTN) Unhas (Ishaq Rahman, S.IP, M.Si), dan jajaran Tim Reformasi Birokrasi Unhas.Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat A, Lantai 4 Gedung Rektorat Unhas, Dr. Andi Kusumawati, SE.,M.Si., Ak., CA., menyampaikan bahwa Unhas terus aktif memperkuat komitmen anti korupsi melalui pembangunan Zona Integritas sebagai upaya mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang berkualitas. Salah satu mandat dalam membangun Zona Integritas adalah penyelesaian berbagai temuan audit. Pada tahun 2023, seluruh temuan, termasuk potensi kerugian negara, berhasil diselesaikan. “Unhas adalah perguruan tinggi pertama yang membuat pedoman Zona Integritas. Jadi ketika kementerian memasukkan indikator ini sebagai kinerja, Unhas sudah siap,” ujarnya.Pada kesempatan yang sama, Koordinator TPPTN Unhas, Ishaq Rahman, memaparkan langkah-langkah membangun Zona Integritas sebagaimana pengalaman Unhas. "Ada enam tahapan utama yang perlu ditempuh, yaitu menetapkan unit kerja zona integritas, menyusun rencana pembangunan dan rencana aksi, implentasi rencana, monitoring, evaluasi, dan terakhir mengusulkan hasil kepada tim penilai," kata Ishaq.Tahapan tersebut diharapkan dapat menjadi panduan bagi UBT dalam membangun Zona Integritas pada fakultas dan uniy kerja. “Kunci keberhasilan pembangunan Zona Integritas adalah komitmen yang bermakna dari pimpinan. Tidak cukup hanya memerintah dan mengarahkan, tapi pimpinan harus terlibat, menjadi pemimpin perubahan," papar Ishaq.
Baca juga