Kehadiran tim medis diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di wilayah tersebut.Sementara itu, tim kedua bergerak menuju Desa Rusip, Kecamatan Silih Nara, dengan fokus pada kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Pascabencana, masyarakat setempat menunjukkan dampak psikososial berupa kecemasan, ketakutan, hingga gangguan emosional.Pada Kamis (18/12), Tim Medis FK Unhas melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menuju Desa Kalasegi, Kecamatan Bintang, menggunakan perahu dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Setibanya di lokasi, tim melakukan koordinasi dengan Camat setempat dan jajaran guna menyampaikan rencana serta teknis pelaksanaan pelayanan kesehatan.Dalam pelaksanaan pelayanan, tim mendirikan tiga pos layanan, yakni Pos Pemeriksaan Tanda Vital (TTV), Pos Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik, serta Pos Farmasi. Sebanyak 46 pasien, baik dewasa maupun anak-anak, menerima pelayanan medis. Selain layanan kesehatan, tim juga mencatat kebutuhan lanjutan masyarakat berupa bantuan pakaian dan sembako mengingat kondisi wilayah yang masih terisolir. Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan komitmen Universitas Hasanuddin untuk terus hadir dan berkontribusi aktif dalam upaya pemulihan kesehatan fisik dan mental masyarakat terdampak bencana.Melalui kegiatan ini, diharapkan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Tim Medis Unhas dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kedepannya, diharapkan kegiatan pengabdian dan respons tanggap darurat seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan guna mendukung proses pemulihan masyarakat pascabencana.Adapun nama-nama Tim FK Unhas di lokasi bencana dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah:1. dr. Muhammad Phetrus Johan, M.Kes., Ph.D., Sp.OT2. Dr. dr. Suriani Alimuddin, Sp.PD-KAI, FINASIM3. dr. Faqi Nurdiansyah, Ph.D4. dr. Marzuki5. dr. Akhmad Muhajir6. dr. Yudha7. Andi Muhammad Farid8. Bagus Izzul Islam9. Yuki Nurindar Rizal