Saat ini, Dishub Makassar telah menyiapkan satu unit kapal kayu bernama “KM Banawa Nusantara 27”, dengan kapasitas angkut sekitar 20 hingga 25 penumpang.Kapal tersebut telah dinyatakan siap beroperasi dan mendukung tahap awal pelaksanaan layanan transportasi laut antarpulau. Hadirnya kapal ini sebagai manifestasi pembuktian kinerja Munafri Arifuddin dalam pemerataan dan pemberdayaan pembangunan di pulau.Jusman menjelaskan, untuk tahap awal, Dishub Makassar merencanakan pelayanan untuk enam pulau, dengan pembagian rute atau trip berdasarkan jarak dan kapasitas kapal.Rute pertama atau trip satu dirancang melayani jalur Pelabuhan Kayu Bangkoa ke Pulau Lae-lae, kemudian Pulau Kodingareng selanjutnya Pulau Barrang Caddi dan Pulau Barrang Lompo, kemudian kembali ke Makassar melalui jalur yang sama daratan Kota.“Trip pertama ini menjadi fokus uji coba awal karena jaraknya relatif dekat dan sesuai dengan kapasitas kapal. Rute ini direncanakan dapat beroperasi setiap hari,” jelasnya.Sementara itu, trip kedua direncanakan untuk menjangkau wilayah pulau yang lebih jauh dan masuk kategori pulau terluar, yakni dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai, Pulau Lanjukkang, hingga Pulau Bone Tambu, sebelum kembali ke Barrang Lompo dan Makassar.Namun demikian, Jusman menegaskan bahwa untuk tahap awal operasional, kapal KM Banawa Nusantara 27 akan difokuskan terlebih dahulu pada trip satu, sambil menunggu hasil kajian lanjutan terkait kondisi jalur, waktu tempuh, serta faktor keselamatan pelayaran.“Karena kapasitas kapal masih terbatas, maka untuk sementara kami fokuskan pada trek satu sebagai uji coba awal,” tuturnya.“Untuk jadwal dan jam operasional, saat ini masih dalam tahap pengkajian, yang pasti kapal sudah ada, jika ada izin bisa jalan,” sambung Jusman.Dengan hadirnya layanan Pete-pete Laut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat menghadirkan transportasi laut yang aman, terjangkau, dan merata, sekaligus menjadi bukti nyata komitmen pemerintahan MULIA dalam membangun Makassar dari darat hingga wilayah kepulauan terdekat dna terluar.Dishub Makassar juga akan melakukan survei lapangan secara menyeluruh, termasuk survei teritorial dan survei jalur pelayaran, guna memastikan tidak ada hambatan teknis serta mengetahui secara pasti waktu tempuh antarpulau.“Kami akan melakukan survei real, menghitung berapa menit kapal menyeberang dari satu pulau ke pulau lain, dan berapa jam waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke Makassar. Semua ini untuk memastikan layanan berjalan aman dan efektif,” tambah Jusman.Terkait jumlah armada, Jusman menyebutkan bahwa tahun ini baru satu unit kapal yang disiapkan untuk operasional.Namun, Pemerintah Kota Makassar telah menganggarkan penambahan dua unit kapal pada tahun 2026, sehingga total armada Pete-pete Laut nantinya menjadi tiga unit kapal.“Kalau realisasinya sesuai rencana, totalnya nanti ada tiga kapal. Ini tentu akan sangat membantu meningkatkan frekuensi dan jangkauan layanan ke pulau-pulau,” ungkapnya. (*)