Universitas Hasanuddin bersama PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. (Japfa) meresmikan fasilitas kandang ayam modern berbasis teknologi tertutup (Closed House) berkapasitas 20.000 ekor pada Selasa (16/12/2025).

LITERASI-ONLINE.COM - Universitas Hasanuddin bersama PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. (Japfa) meresmikan fasilitas kandang ayam modern berbasis teknologi tertutup (Closed House) berkapasitas 20.000 ekor pada Selasa (16/12). 

Fasilitas yang berlokasi di kawasan Teaching Farm Fakultas Peternakan Unhas, Kabupaten Gowa ini, merupakan wujud Corporate Social Responsibility (CSR) Japfa untuk mendukung kemajuan pendidikan dan riset peternakan nasional.

Peresmian ini menandai babak baru sinergi antara dunia akademik dan industri. 

Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., dalam sambutannya menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah sebuah keniscayaan yang harus berdampak luas, tidak hanya bagi pengembangan SDM dan ilmu pengetahuan, tetapi juga bagi industri dan negara.

"Kerja sama ini harus berkelanjutan, baik untuk peningkatan kualitas SDM, transfer pengetahuan, maupun kemajuan industri. Terlebih lagi, kita memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung cita-cita swasembada pangan di Indonesia. Saya berharap pertemuan hari ini melahirkan dampak riil dan mimpi besar untuk masa depan bangsa," tegas Prof. JJ.

Lebih lanjut, Rektor menekankan agar fasilitas ini tidak berhenti pada acara peresmian semata. 

Ia mendorong agar Animal Park Unhas menjadi pusat lahirnya inovasi lintas komoditas.

"Ini bukan hanya untuk sekadar seremoni. Kandang Closed House di kawasan Animal Park ini harus terus berinovasi dalam berbagai aspek, tidak terbatas pada satu komoditas saja. Alangkah baiknya jika ke depan, inovasi-inovasi peternakan yang tumbuh dari tempat ini semakin beragam dan adaptif," tambahnya.

Senada dengan Rektor, Corporate Affairs Director PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Rachmat Indrajaya, menyoroti pentingnya subsektor peternakan dalam peta ketahanan pangan nasional. 

Menurutnya, fasilitas ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori di kampus dan praktik di industri.

"Subsektor ini adalah hal yang sangat fundamental demi mendukung ketahanan pangan nasional. Ini juga merupakan wujud kolaborasi strategis antara institusi pendidikan dan industri. Di tempat ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan (hands-on experience) dengan standar industri modern," jelas Rachmat.


Baca juga