“Kami mengerahkan semua sumber daya yang ada untuk menemukan tersangka," tambah Tim O'Hara. Polisi belum menjelaskan bagaimana tersangka kabur dari lokasi kejadian ketika polisi datang. Sebelumnya, salah seorang pimpinan Brown University, Christina Paxson, mengatakan, polisi sempat menahan seorang individu setelah penembakan. Namun, setelah menjalani pemeriksaan, orang itu dilepas karena bukan pelaku penembakan. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengaku telah diberi informasi mengenai penembakan itu. Menurutnya, FBI juga telah diterjunkan ke lokasi penembakan. Dinas Rahasia AS juga telah diminta untuk memberi dukungan dalam penanganan kasus ini. (*)