Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bidang Riset dan Inovasi, Prof. Stella Christie, Ph.D memberi keterangan kepada wartawan di kampus Unhas Makassar.

“Jejaring itu bukan sekadar institusi, tetapi ilmuwan dengan ilmuwan. Kita harus membangun koneksi yang membuat hasil riset benar-benar sampai ke masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi adalah jawaban mengapa para ilmuwan harus bekerja lintas negara: untuk menemukan kualitas sains terbaik dan menjawab isu-isu global secara bersama.

Pemerintah telah memperkuat insentif finansial untuk riset melalui berbagai skema hibah. 

Insentif ini diharapkan memberi ruang lebih besar bagi perguruan tinggi untuk merekrut talenta riset, memperkuat laboratorium, dan mempercepat implementasi penelitian.

Mengakhiri sesi materinya, Prof. Stella menyampaikan pesan inspiratif bagi peserta IAYSF, yang sebagian besar merupakan peneliti muda Indonesia dan Australia.

“Hal terpenting dalam sains adalah Anda. Anda yang menciptakan pengetahuan. Lakukan itu sebagai pilihan dan komitmen Anda,” ujarnya.

IAYSF 2025 menjadi ruang penting bagi para ilmuwan muda memperkuat jejaring, membangun kolaborasi baru, dan merancang masa depan sains Indonesia–Australia yang lebih inklusif dan berdampak. (*/dhs)



Baca juga