Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengamati kertas suara untuk pemilihan ketua RT/RW serentak di Kota Makassar.

"Kalau ada menang, rangkulah yang kalah untuk menjadi bagian dari kekompakan masyarakat. Kalau kalah, ikutlah bersama yang menang supaya keadaan masyarakat lebih stabil," pesannya.

Appi kemudian menekankan pentingnya netralitas dan integritas petugas (panitia) kecamatan dan kelurahan. 

Yang paling diutamakan adalah transparansi.

"Jangan sampai petugas justru tidak memberikan kepercayaan kepada masyarakat. Jangan bermain-main, jangan tidak netral," tegasnya.

Appi memohon dukungan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif.

"Kepada Bapak Kapolsek dan Danramil, mohon benar-benar membantu menjaga stabilitas pemilihan ini," pinta Appi.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan Dandim dan Kapolrestabes," katanya, melanjutkan.

Appi menegaskan aturan terkait masa sanggah. 

Lanjut dia, masa sanggah tidak lagi diproses dalam wilayah saat proses berlangsung, tapi menjadi sengketa hasil.

Appi kembali mengingatkan pentingnya pengawasan logistik pemilihan.

"Saya ingin memastikan bahwa kertas suara yang dikirim ke kecamatan harus ditulis dan dihitung baik-baik. Berapa yang dikirim ke kelurahan, berapa dipakai, berapa sisa. Supaya transparan, tidak ada permainan di kertas suara," imbuh dia.

Mantan Bos PSM itu menutup dengan pesan bahwa pemilihan ini adalah bagian dari pendidikan demokrasi di tingkat paling kecil.

"Ini adalah bagaimana belajar menjalankan proses demokrasi di wilayah kecil yang ada di Kota Makassar ini," tukansya.

Pada kesempatan ini, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mengatakan momentum ini bukan hanya sebagai bentuk pengawasan saja, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap keterlibatan warga dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

"Pemilihan RT/RW adalah momen ketika suara warga menjadi pusat dari segalanya. Saya selalu percaya bahwa perubahan besar dimulai dari lingkungan kecil, dari orang-orang yang saling mengenal dan saling peduli," jelasnya.

Melalui dialog dan tatap muka langsung bersama masyarakat serta jajaran kecamatan ujung Tanah ini, Aliyah Mustika Ilham ingin memastikan bahwa proses demokrasi di tingkat akar rumput berlangsung inklusif, nyaman, dan memberi ruang bagi suara warga untuk benar-benar didengar.

"Karena itu, saya berharap proses ini bukan hanya tentang memilih, tetapi juga tentang memperkuat kebersamaan, menjaga kejujuran, dan memastikan setiap warga merasa dihargai suaranya. Kita bangun Makassar mulai dari lorong-lorongnya, dari hati warganya," tutur Aliyah Mustika Ilham. (*)



Baca juga