Kapal induk USS Abraham Lincoln

LITERASI-ONLINE.COM - Sedikitnya 7 personel Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan berdarah di atas kapal induk USS Abraham Lincoln. 

Insiden ini diduga dipicu stres dan kemarahan awak kapal, termasuk tentara AS, yang sudah beberapa bulan bertugas di atas kapal induk itu.   

Menurut Kantor Berita Tasnim (Tasnim News Agency) yang mengutip sumber militer terpercaya, Rabu (12/8/2026), insiden ini bermula ketika seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, naik ke kapal induk itu.

Kehadiran Brad Cooper untuk menenangkan situasi, setelah meningkatnya keluhan awak kapal mengenai tidak jelasnya masa tugas mereka.

Keluhan juga datang dari keluarga ribuan awak kapal induk itu.

USS Abraham Lincoln dikerahkan oleh militer AS untuk mendukung serangan selama perang lawan Iran. 

Militer AS dan Israel menyerang Iran pada awal Februari 2026 yang kemudian berkembang menjadi perang berkepanjangan.

Kapal Abraham Lincoln telah menjalani penugasan selama 263 hari.

Saat ini, kapal induk itu beroperasi di Samudra Hindia, dengan misi utama menegakkan blokade laut ilegal terhadap Iran. 

Masa penugasan yang panjang membuat awak kapal diduga tertekan dan stres.

Kelurga yang ditinggalkan di AS juga diduga kesal, sehingga muncul protes kepada pihak militer.

Baca: Mantan Presiden AS Joe Biden Berjuang Lawan Kanker, Hunter Biden Ungkap Penderitaan Sang Ayah

Kehadiran Brad Cooper untuk memenangkan situasi justru memicu kericuhan.   

Penasihat militer AS disambut dengan sorakan cemoohan dan lemparan botol air, saat berbicara di hadapan para awak kapal.

Situasi kemudian memanas antara sesama awak kapal. 

Terjadi perkelahian yang menggunakan pisau dan senjata tajam lainnya. 


Baca juga