Kapal induk USS Abraham Lincoln

Akibatnya, 7 personel atau tentara AS tewas dan sejumlah lainnya menderita luka. 

Militer AS maupun Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi mengenai pemberitaan Tasnim yang berbasis di Iran. 

Dalam laporan terpisah, media pemerintah Iran Press TV melaporkan, suasana di atas kapal induk itu masih tegang dan tidak menentu. 

Keluarga Protes Keras

Kapal induk ini mengangkut sekitar  5.000 pelaut dan Marinir AS.

Sebelum insiden berdarah ini, para awak kapal dilaporkan telah memprotes pasokan makanan yang tidak memadai.

Mereka protes karena porsi makan dikurangi.

Protes lainnya, terkait fasilitas binatu kapal induk yang tidak beroperasi selama dua minggu.

Di sisi lain, keluarga para personel militer juga menyuarakan protes.

Mereka khawatir mengenai kelelahan, kesehatan mental, dan dampak lain bagi personel karena penugasan selama berbulan-bulan di laut. 

Protes keras pihak keluarga itu mengemuka dalam pertemuan di San Diego, AS, belum lama ini. 

Pada pertemuan itu, ratusan anggota keluarga awak kapal mendesak Penjabat Menteri Angkatan Laut AS, Hung Cao, untuk menanggapi kondisi di kapal induk itu.

Terutama tidak pastinya jadwal kepulangan ribuan awak kapal. (*)



Baca juga