Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (27/11/2025). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU

Korban di Sumbar

Di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 129 jiwa dan 118 orang masih hilang. 

Kabar baiknya, kondisi di Provinsi Sumbar mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. 

"Sumatera Barat itu jika dibandingkan Sumatera Utara dan Aceh, sekarang sudah lebih pulih di hari ketiga ini. Apalagi sekarang hujan sudah reda di sana," katanya.

Di beberapa wilayah di Sumbar, sejumlah warga pengungsi sudah mulai kembali ke rumah pada siang hari untuk melakukan pembersihan. 

Menurut BNPB, Kabupaten Agam tercatat sebagai daerah dengan korban terbanyak, yaitu 87 warga meninggal dan 76 warga masih hilang. 

BNPB menegaskan, proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di seluruh wilayah terdampak. 

Distribusi Logistik

Untuk memenuhi kebutuhan warga, terutama yang masih terisolir, pemerintah terus melakukan distribusi logistik.

Distribusi logistik dilakukan melalui berbagai skema, termasuk pengiriman lewat udara di daerah yang akses daratnya masih terputus. 

Selain itu, pemerintah daerah bersama tim gabungan masih berupaya membuka jalur transportasi yang terputus akibat longsor dan kerusakan infrastruktur. Upaya ini untuk mempercepat penyaluran bantuan dan mempermudah mobilisasi tim SAR ke lokasi-lokasi paling terdampak. (*)


Baca juga