Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban longsor di Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (27/11/2025). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU

LITERASI-ONLINE.COM - Jumlah korban meninggal dan hilang dalam bencana banjir dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera terus bertambah. 

Informasi itu berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, dalam konferensi pers pada Minggu (30/11/2025) malam mengungkapkan, hingga saat ini total 442 warga meninggal dunia dan 402 orang masih hilang.

Bencana alam ini terjadi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh. 

Data terbaru ini merupakan akumulasi laporan resmi dari masing-masing daerah yang terdampak. 

Korban di Aceh

Di Provinsi Aceh, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 96 jiwa, sedangkan 75 orang masih hilang. 

Dari 18 kabupaten/kota yang terdampak di Aceh, korban dilaporkan berada di 11 wilayah. 

Suharyanto menjelaskan, Kota Langsa yang sebelumnya dilaporkan terisolir, kini sudah dapat diakses dan tidak ditemukan korban meninggal. 

Korban di Sumut 

Dari tiga provinsi ini, Sumatera Utara (Sumut) menjadi daerah dengan jumlah korban meninggal tertinggi, yakni 217 jiwa. Selain itu, 209 warga masih dilaporkan hilang. 

Sebagian besar korban ditemukan di Kabupaten Tapanuli Selatan, setelah operasi pencarian dan penyelamatan terus diperluas. 

BNPB melaporkan, jumlah pengungsi juga meningkat signifikan karena warga mulai berpindah dari pengungsian mandiri menuju lokasi pengungsian resmi yang memiliki fasilitas lebih memadai. 

"Masyarakat yang tadinya mengungsi mandiri, sekarang masuk ke titik-titik pengungsian. Sehingga jumlah pengungsi juga bertambah," kata Suharyanto. 


Baca juga