Almarhumah Anggi Auliya Arsyad
LITERASI-ONLINE.COM - Jajaran pengurus Badan Pengurus Nasional Kerukunan Keluarga Takalar Panrannuangku (BPN-KKTP), mewakili seluruh warga diaspora asal Kabupaten Takalar, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Almarhumah Anggi Auliya Arsyad binti Muhammad Arsyad. Almarhumah meninggal dunia diduga karena tindak pidana pembunuhan berencana yang keji.Jasad korban ditemukan di sekitar Tol Yasmin, Bogor.Berdasarkan keterangan dari orang tua angkat almarhumah, Kapten Inf. Syamsuddin (kesatuan Kopassus), peristiwa tragis tersebut diperkirakan terjadi pada Jumat dini hari, 22 Mei 2026, sekitar pukul 00.58 WIB. Pihak keluarga baru mendapatkan kabar duka pada Sabtu, 23 Mei 2026, sekitar pukul 03.00 WIB. Saat ini, pelaku dilaporkan telah diamankan di Polresta Bogor Kota untuk menjalani proses hukum. Almarhumah yang akrab disapa Anggi ini merupakan putri dari keluarga asal Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Sejak kecil, setelah berstatus yatim piatu, almarhumah diasuh, dirawat, dan dibiayai seluruh keperluan pendidikannya hingga menyelesaikan bangku perkuliahan oleh sang paman yang sekaligus orang tua angkatnya, Kapten Inf. Syamsuddin. Almarhumah sudah dianggap dan disayangi seperti anak kandung sendiri.Menyikapi tragedi kemanusiaan yang sangat sadis dan tidak berperikemanusiaan ini, BPN-KKTP yang berkedudukan di Jakarta menyatakan sikap sebagai berikut:1. Apresiasi dan Kepercayaan pada Polri: Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolresta Bogor Kota beserta jajaran yang telah bergerak cepat menangkap pelaku dalam waktu singkat. Kami mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada tim penyidik Polresta Bogor Kota.2. Tuntutan Hukuman Maksimal : Kami mendukung penuh permintaan orang tua dan keluarga korban agar aparat penegak hukum menjatuhkan sanksi hukum pidana yang seberat-beratnya dan maksimal, setimpal dengan perbuatan keji pelaku yang telah merencana dan menghilangkan nyawa korban.
Baca juga