Kebakaran besar melanda beberapa blok apartemen di Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, Rabu (26/11/2025). (Foto: AFP/YAN ZHAO)
Dalam keterangan terpisah, Kepala Eksekutif Kota Hong Kong, John Lee menjelaskan, prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak dalam gedung. Sebab, apartemen di Wang Fuk Court ini memiliki 2.000 unit hunian yang tersebar dalam beberapa gedung yang berdampingan.Prioritas kedua, memberikan dukungan kepada korban yang terluka. Prioritas ketiga, memberikan dukungan dan pemulihan bagi korban serta penghuni apartemen. Tangkap 3 OrangDalam kasus kebakaran hebat ini, polisi menangkap 3 orang sebagai pihak yang dianggap paling bertanggung jawab. Ketiganya merupakan eksekutif perusahaan konstruksi apartemen. Dua di antaranya berposisi direktur perusahaan dan seorang lainnya adalah konsultan bangunan. Polisi menilai, ketiganya sangat lalai saat melakukan renovasi besar-besaran pada bangunan apartemen dengan memasang perancah bambu. Keputusan memasang perancah bambu dinilai tidak mempertimbangkan keamanan penghuni apartemen jika terjadi kebakaran. Dari hasil penyelidikan awal, polisi juga menemukan penggunaan material yang tidak sesuai standar pada renovasi gedung apartemen ini.Polisi juga menemukan jaring dan bahan pelindung di bagian luar gedung yang tidak tahan api. (*)
Baca juga