Tenaga medis mengevakuasi salah satu korban luka dalam bentrokan terbaru di perbatasan Kamboja-Thailand, Rabu (12/11/2025). Korban luka dikabarkan warga sipil Kamboja. (AFP PHOTO)

Juru bicara militer Thailand, Wintai Suvaree, justru menuduh tentara Kamboja telah melepaskan tembakan ke arah wilayah Thailand. 

Wintai mengungkapkan, tentara-tentara Thailand memilih berlindung dan melepaskan tembakan peringatan sebagai respons atas tembakan militer Kamboja.

Ia menegaskan, insiden kontak tembak yang berlangsung sekitar 10 menit itu tidak memicu korban jiwa dari pihak Thailand.

Sementara itu, Kementerian Informasi Kamboja membagikan foto dan potongan video yang diduga menunjukkan warga sipil yang terluka.

Termasuk foto seorang pria yang dirawat di dalam ambulans dengan luka di kaki dan darah. 

Tapi, kantor berita AFP tidak dapat memverifikasi asal-usul foto dan video itu.

Sebelumnya, pada Juli 2025 lalu, militer kedua negara saling serang selama lima hari.

Akibatnya, terdatat 48 orang tewas dan sekitar 300.000 orang terpaksa mengungsi selama bentrokan yang diwarnai saling serang memakai roket, artileri berat, dan serangan udara.

Perselisihan antara Kamboja dan Thailand ini berpusat pada sengketa perbatasan yang dipetakan selama masa penjajahan Prancis di wilayah itu.

Kedua negara saling klaim mengenai kepemilikan sejumlah kuil bersejarah di area perbatasan. (*)



Baca juga