Pangeran Andrew kini dicabut seluruh gelar kehormatannya oleh Raja Charles III.

"Yang Mulia Raja dan Ratu menyampaikan simpati mendalam kepada para korban dan penyintas segala bentuk kekerasan," tambah istana.

Gelombang kritik terhadap Andrew kembali mengemuka setelah bocornya surat elektronik (email) yang menunjukkan dia masih berkomunikasi dengan Jeffrey Epstein.

Kritik publik ke istana makin tajam setelah salah satu korban kekerasan seksual Virginia Roberts Giuffre menerbitkan catatan harian berjudul Nobody’s Girl. 

Dalam catatan harian itu, Virginia Roberts Giuffre menyebut pernah berhubungan badan dengan Andrew.

Ketika itu, usianya masih 17 tahun.  Dalam catatan harian itu, Virginia Roberts Giuffre menulis bahwa Andrew bertindak seolah berhubungan seks dengannya adalah hak lahirnya sebagai bangsawan Inggris. 

Sejak kasus ini mengemuka dan menjadi konsumsi publik, Andrew membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya.  

Andrew bahkan sudah mundur dari tugas-tugas kerajaan.

Ia juga harus membayar jutaan dollar AS untuk menyelesaikan gugatan perdata yang diajukan Virginia Roberts Giuffre.

Meski tak mengakui kesalahannya, Andrew membenarkan Virginia Roberts Giuffre menjadi korban perdagangan manusia untuk tujuan seksual. 

Wanita ini meninggal dunia pada April lalu dalam usia 41 tahun karena bunuh diri. 

Setelah diusir dari istana, Andrew dilaporkan akan menempati rumah di kawasan Sandringham, di pesisir timur laut Inggris.

Andrew akan meninggalkan rumah 30 kamar yang selama ini ditempatinya di lingkungan istana.

Andrew akan menerima dukungan finansial pribadi dari Raja Charles. (*)


Baca juga