Pegawai pemerintah Amerika Serikat mengantre bantuan makanan di Hyattsville. pinggiran Washington DC, Rabu (22/10/2025), sebagai imbas government shutdown atau penghentian kerja pemerintah federal. (Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI)
Selain kesulitan membeli bahan makanan, para pegawai pemerintah yang kena PHK ini juga mengeluhkan tagihan beberapa cicilan yang harus dibayar. "Kami harus bayar tagihan listrik dan telepon seluler," kata Adrian, pegawai pajak yang mengaku telah bekerja 33 tahun di sektor pelayanan publik. Adrian menyoroti para senator dan anggota kongres yang tetap menerima gaji di tengah penutupan.Sebaliknya, pegawai federal harus bertahan hidup tanpa penghasilan tetap. “Kami menjalankan tugas sebagai bagian dari pemerintahan, tetapi kami justru diposisikan seperti musuh negara,” kata Adrian.Penyaluran bantuan makanan ini dilaksanakan oleh lembaga amal So What Else.Hanya dalam tempo sekitar satu jam, lebih dari 310 kotak bantuan makanan terbagi. Diane Miller, aktivis hak-hak sipil, mengaku kejadian ini sangat menyedihkan.“Kita seharusnya menjadi negara yang membanggakan, tetapi hari ini, saya sedih menjadi orang Amerika Serikat,” kata Diene Miller.Ia juga menyoroti Presiden Donald Trump yang merenovasi Gedung Putih untuk membangun ruangan dansa dengan anggaran 250 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,15 triliun."Mereka sedang merenovasi Gedung Putih dengan anggaran 250 juta dollar AS, sementara kami tidak bisa makan,” tegasnya. (*)
Baca juga