Mantan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyalami petugas kepolisian.
Kronologi KasusKasus ini bermula dari dugaan pemerintahan Gaddafi di Libya memberikan dana ilegal untuk mendukung kampanye Sarkozy pada Pilpres Prancis 2007. Menurut jaksa, orang-orang dekat Sarkozy membuat kesepakatan dengan pihak Libya pada tahun 2005 untuk mendanai kampanye Sarkozy secara ilegal.Kesepakatan itu dibuat tahun 2005 atau dua tahun sebelum Pilpres Prancis 2027. Sebagai imbalannya, pemerintah Libya mengharapkan bantuan diplomatik Prancis untuk memulihkan citra internasionalnya, setelah dituduh terlibat dalam dua serangan pesawat pada 1988 dan 1989 yang menewaskan ratusan orang. Tapi, pengadilan tidak menemukan bukti langsung bahwa Sarkozy menerima atau menggunakan dana dari Libya itu.Karenanya, Sarkozy dibebaskan dari tuduhan korupsi pasif, penggelapan dana publik Libya, dan pendanaan ilegal kampanye. Tanggapan PengacaraSarkozy sempat memeluk istrinya Carla Bruni-Sarkozy sebelum masuk mobil polisi yang membawanya ke penjara La Sante.Dalam kasus ini, Sarkozy menolak seluruh dakwaan dan menyebut keputusan untuk memenjarakannya sebelum banding sebagai hal yang tidak masuk akal. Tim kuasa hukum Sarkozy sudah mengajukan permohonan pembebasan segera. "Itu hari yang suram bagi Prancis dan bagi lembaga hukum kita, karena pemenjaraan ini merupakan aib," kata pengacara Sarkozy, Jean-Michel Darrois, kepada wartawan sesaat setelah kliennya ditahan. Sedangkan Sarkozy dalam pernyataan di media sosial sebelum memasuki penjara, menulis bahwa seorang pria tak bersalah sedang dipenjarakan. Ia menambahkan bahwa kebenaran akan menang. (*)
Baca juga