Polisi Prancis melakukan olah TKP di depan Museum Louvre, Kota Paris. Tampak mobil dengan tangga yang digunakan pelaku untuk naik ke balkon museum. (Foto: AFP/Dimitar Dilkoff)

Dalam rekaman CCTV, pelaku kabur menggunakan dua skuter melalui jalan di sepanjang tepi Sungai Seine, Kota Paris.

Polisi menduga, perampokan ini sudah dirancang sangat rapi.

Termasuk penggunaan tangga mekanis yang menyatu dengan mobil dan jalur pelarian memakai skuter. 

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, mengatakan perampokan berlangsung sangat cepat, kurang dari tujuh menit. 

 "Aksi ini sangat terencana,"  katanya kepada media.

Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, menambahkan, rekaman kamera keamanan menunjukkan para pelaku bertopeng memasuki museum dengan tenang sebelum memecahkan kotak kaca dan mengambil perhiasan. 

 "Tidak ada kekerasan. Semuanya tampak sangat profesional," kata Rachida Dati.

Barang yang Hilang

Otoritas setempat memastikan, pelaku membawa kabur 9 perhiasan abad ke-19.

Semua perhiasan itu bertatahkan ribuan berlian dan batu mulia lainnya.

Antara lain tiara, kalung, anting, dan bros milik keluarga kekaisaran Perancis. 

Rinciannya, tiara dan bros milik Permaisuri Eugenie, istri Napoleon III; kalung zamrud dan sepasang anting zamrud milik Permaisuri Marie Louise.

Tiara, kalung, dan satu anting dari set safir milik Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense, serta bros bernama "reliquary brooch". 

Dua benda, termasuk mahkota Permaisuri Eugenie, ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, diduga terjatuh saat pelaku melarikan diri. 

Saat ini, polisi memburu empat tersangka dan menelusuri rekaman CCTV di sepanjang jalur pelarian mereka. (*)


Baca juga