Warga AS menggelar demonstrasi "No Kings" untuk menentang kebijakan Presiden Donald Trump, Sabtu (18/10/2025). (Foto: REUTERS/Mike Blake)

LITERASI-ONLINE.COM - Unjuk rasa besar-besaran mengguncang Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (18/10/2025) waktu setempat. 

Jutaan orang turun ke jalan di 50 negara bagian dalam aksi bertajuk “No King” untuk memprotes kebijakan keras Presiden AS Donald Trump, yang mereka nilai otoriter dan antidemokrasi. 

Menurut penggagas demo, sekitar tujuh juta orang terlibat dalam aksi ini, mulai dari Kota New York hingga Los Angeles. 

Unjuk rasa juga berlangsung di kota-kota kecil di berbagai wilayah AS, termasuk di dekat kediaman pribadi Donald Trump di Florida.

Pengunjuk rasa membawa poster bertuliskan "No King" merujuk pada berbagai kebijakan Trump yang dinilai otoriter.

Berbagai lebijakan Trump dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi yang dianut Amerika Serikat.  

“Beginilah wujud demokrasi!” teriak ribuan demonstran di dekat Gedung Capitol, Washington DC.

Selain poster bertuliskan "No King", warga juga membawa spanduk warna-warni bertuliskan “Lindungi Demokrasi” dan “Bubarkan ICE.”

ICE adalah lembaga imigrasi AS yang belakangan ini sering diperintahkan oleh Trump menangkap para imigran. 

Pengunjuk rasa mengecam gaya kepemimpinan Trump yang dinilai penuh kekerasan, menyerang media, lawan politik, dan kelompok imigran. 

“Saya tidak pernah membayangkan akan menyaksikan kehancuran negara demokrasi saya. Rezim ini kejam dan otoriter,” kata Colleen Hoffman (69), pensiunan asal New York kepada kantor berita AFP. 

Secara keseluruhan unjuk rasa ini berjalan tertib. 


Baca juga