Wali Kota Parepare H. Tasming Hamid, SE, MH membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) masa bakti 2025-2030, Rabu (08/10/2025) di Auditorium BJ. Habibie.
"Apabila ada guru yang mengalami kelemahan dalam penguasaan materi maka solusinya ada di PGRI. Apabila ada guru mengalami kesulitan dalam menyiapkan bahan ajar, maka solusinya ada di PGRI. Guru mengalami kesulitan dalam pembelajaran kekinian maka solusinya ada di PGRI. Jadi saya mengibaratkan PGRI itu mengatasi masalah tanpa masalah bagi guru," tegasnya."Yang ketiga, PGRI harus berkolaborasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam hal menjalankan fungsinya sebagai pendidik dan juga pengajar," lanjutnya."Berikutnya, jika PGRI mampu mengatasi semua persoalan guru, sebagai organisasi profesi, maka persoalan pendidikan sudah selesai," ulas Dr. Basri yang juga sebagai Ketua AAI Sulsel.Terkait dengan isu-isu kekinian banyak masalah yang dialami oleh guru dalam hal menerapkan kedisiplinan kepada siswa, sering mendapatkan masalah secara individu, intimidatif, maka PGRI harus tampil terdepan dalam hal membela hak-hak guru di sekolah. "Maka dari itu, PGRI juga harus berkolaborasi dengan pihak kepolisian, kejaksaan dan instansi-instansi lainnya dalam hal memberikan rasa aman dan nyaman bagi guru dalam menjalankan tugas dan fungsinya," pungkasnya.Peserta yang ikut konferensi ini berjumlah 113 orang.Terdiri dari 21 orang pengurus kota, 20 orang pengurus cabang, dan 72 orang pengurus ranting. (*)
Baca juga