Puluhan ribu warga Italia unjuk rasa di 75 kota pada Senin (22/0/2025) sebagai bentuk protes karena negaranya belum mengakui Palestina. (Foto: Reuters/Matteo Ciambelli)

LITERASI-ONLINE.COM - Puluhan ribu warga Italia turun ke jalan di berbagai kota besar negara itu, Senin (22/9/2025) waktu setempat.

Unjuk rasa ini merupakan aksi solidaritas terhadap rakyat Palestina dan krisis kemanusiaan yang semakin parah di Jalur Gaza. 

Unjuk rasa ini disebut-sebut sebagai salah satu demonstrasi terbesar di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

Sekolah-sekolah ditutup, perjalanan kereta api terganggu, pelabuhan dan jalan-jalan utama diblokir pengunjuk rasa di sejumlah kota. 

Gelombang protes ini berlangsung ketika sejumlah negara barat seperti Prancis, Inggris, Portugal, Belgia, Malta, dan Luksemburg resmi mengakui negara Palestina di Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS), Minggu (21/9).

Sementara pemerintah Italia hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mengakui kedaulatan Palestina. 

Baca: Pidato di KTT PBB, Presiden Prabowo Puji Prancis dan Inggris karena Resmi Akui Negara Palestina

Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni, berdalih pengakuan negara Palestina sebelum berdiri secara nyata, bisa menjadi kontraproduktif. 

Sikap pemerintah Italia ini memicu kemarahan warganya. 

Selain unjuk rasa, sejumlah serikat pekerja bahkan menyerukan aksi mogok nasional 24 jam sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan warga Gaza, Palestina. 

Demo warga Italia berlangsung di 75 kota, termasuk di sejumlah kota besar seperti Milan dan Roma.


Baca juga