Ketua Umum Kerukunan Keluarga Besar Karaeng Lembang (KKBKL) Dr Abdul Haris Sambu (AHS)

LITERASI-ONLINE.COM - “Harta termahal bagiku adalah teman dan keluarga,” begitu ungkapan Dr Abdul Haris Sambu (AHS), Ketua Umum Kerukunan Keluarga Besar Karaeng Lembang (KKBKL), yang dikenal rendah hati meski telah meraih gelar doktor dari IPB Bogor.

Sejak kecil, AHS mengawali hidup sebagai penggembala 3K - kambing, kerbau, dan kuda - di kampung halamannya hingga lulus SMP Batuasang. 

Tahun 1985, ia meninggalkan desa demi menimba ilmu di SPP Negeri Bone hingga 1988, lalu melanjutkan pendidikan ke jenjang S1, S2, hingga S3.

Aktif di IKA dan Komunitas Keluarga

Bagi Haris, pertemanan dan kekeluargaan adalah investasi sejati. 

Tak heran, ia aktif mengurus Ikatan Alumni (IKA) di setiap jenjang pendidikan. 

Juli 2025 lalu, ia turut menggelar reuni IKA SPP-SUPM Negeri Bone di Bumi Ajatappareng, yang ditutup di Patung Ainun Habibie, Kota Parepare.

Selain itu, ia memelopori pembentukan sejumlah arisan keluarga di Lembang, Kajang, dan Laikang. 

Puncaknya, pada 23 Oktober 2023, AHS dipercaya menjadi Ketua Umum KKBKL Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. 

Di bawah kepemimpinannya, KKBKL bergabung dalam Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) dan rutin hadir di berbagai ajang budaya, termasuk Festival Seni dan Budaya Kerajaan Nusantara di Solo, Jawa Tengah, Desember 2024.

Meski aktif di organisasi, Haris tetap menjalankan tugas utamanya sebagai dosen dengan menulis jurnal dan buku. 

Beberapa karyanya antara lain Model Pengelolaan Hutan Mangrove Berbasis Daya Dukung dan Kelayakan Usaha, Selamatkan Pesisir, Sejarah Kajang, Danau Tempe Mutiara Tanah Bugis, dan Sulapa Appaa di Kajang. 

Saat ini, ia tengah menyiapkan buku Gowa Berair serta beberapa naskah lanjutan seperti Kajang Beradat, Lembang Bersahaja, dan Mutiara Laikang.

Filosofi Hidup

“Harta, tahta, dan gelar hanyalah gurur, tipuan dunia yang bisa hilang seketika. Tapi pertemanan akan terbawa hingga alam kubur, bahkan sampai di Padang Mahsyar,” tegasnya, mengutip spirit QS Al-Hujurat ayat 13 sebagai landasan hidup. (*)



Baca juga