Polisi berjaga di sekitar lokasi penembakan di Gereja Annunciation, Kota Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat, Rabu (27/8/2025). (REUTERS/Tim Evans)

     

Direktur FBI Kash Patel menjelaskan, pihaknya tengah menyelidiki insiden ini sebagai “aksi terorisme domestik dan kejahatan kebencian yang menargetkan umat Katolik.” 

Pelaku Robin Westman

Menurut FBI, pelaku bernama Robin Westman dan berusia 23 tahun. 

Robin pernah menjadi siswa di sekolah tersebut. 

Dalam dokumen pengadilan, Robin Westman disebutkan pernah mengganti nama secara legal pada 2020.

Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, menyoroti kepemilikan senjata api di AS. 

Ia menyebut, jumlah senjata api yang beredar lebih banyak daripada jumlah penduduk. 

"Kita tidak bisa hanya berkata ini tak boleh terjadi lagi, lalu membiarkannya terulang terus-menerus,” katanya. 

Presiden AS, Donald Trump, menyampaikan belasungkawa atas tragedi penembakan itu.

Gubernur Minnesota, Tim Walz, menyerukan langkah nyata untuk mencegah tragedi penembakan terus berulang.

Fenomena penembakan massal di AS terus memakan korban jiwa.

Menurut Gun Violence Archive, tahun 2025 ini saja, sudah terjadi setidaknya 287 penembakan massal di AS. 

Sedangkan pada 2024 lalu, tercatat 16.700 orang tewas akibat kekerasan senjata api, tidak termasuk kasus bunuh diri. (*)



Baca juga