Makam Poto Daeng Majarre Karaeng Kajang IX

LITERASI-ONLINE.COM, BULUKUMBA - Nama Poto Daeng Majarre kembali mencuat sebagai salah satu tokoh yang dinilai layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. 

Sosok ini merupakan Karaeng Kajang IX yang ikut membantu Kerajaan Gowa melawan penjajah Belanda di Segeri, Pangkep, pada masa pemerintahan Raja Gowa XXX I Mappatunru (1811–1825).

Perlawanan sengit melawan Belanda berlangsung beberapa hari hingga Poto Daeng Majarre jatuh sakit dan gugur di tengah pertempuran. 

Jenazahnya kemudian dipulangkan ke tanah kelahirannya di Kajang, diusung oleh pengawal setianya Lampuna bersama pasukan Gowa. 

Ia dimakamkan di Kampung Barana, Dusun Balangsiknong, Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, Bulukumba.

Kisah heroik berlanjut setelah kematiannya. 

Jenazah Poto Daeng Majarre dipulangkan ke tanah kelahirannya di Kajang, diusung oleh Lampuna—pengawal setia yang menemani hidupnya—dengan dibantu pasukan Gowa. 

Perjalanan pengusungan jenazah itu berlangsung berhari-hari, melintasi jalur berat dari Segeri menuju Kajang, hingga akhirnya dimakamkan di Kampung Barana, Dusun Balangsiknong, Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

“Semoga sifat dan karakter beliau diwarisi oleh cucu-cicitnya. Jika dulu melawan penjajah Belanda, kini kita melawan penjajah dalam bentuk lain, termasuk para pelaku korupsi yang merusak bangsa,” ujar Dr. Abdul Haris Sambu, salah satu cucunya, Sabtu (26/8).

Masyarakat adat Kajang berharap pemerintah dapat segera mengusulkan nama Poto Daeng Majarre sebagai Pahlawan Nasional. 

Selain mengenang jasanya, hal itu dinilai sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah perjuangan rakyat Kajang yang turut berkorban demi kemerdekaan bangsa. (*)



Baca juga