LITERASI-ONLINE.COM - Pemerintah Australia melarang masuk anggota parlemen Israel dari partai sayap kanan Religious Zionis, Simcha Rothman, selama tiga tahun karena dinilai menyebarkan ujaran kebencian.Larangan masuk anggota parlemen Israel ke Australia itu menambah panas situasi hubungan kedua negara.Sebelumnya, pemerintah Australia secara terbuka menyatakan rencananya segera mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.Australia akan mengikuti langkah ratusan negara yang sudah lebih dulu mengakui negara Palestina.Rencana mengakui negara Palestina itu dikemukakan Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese. Mengenai larangan Simcha Rothman masuk ke Australia, karena yang bersangkutan dikhawatirkan hanya akan datang membawa pesan-pesan kebencian. "Jika Anda datang ke Australia untuk menyebarkan pesan kebencian dan perpecahan, kami tidak menginginkan Anda di sini," tegas Menteri Urusan Dalam Negeri Australia, Tony Burke, pada Senin (18/8/2025), seperti diberitakan Times of Israel."Australia akan menjadi negara tempat semua orang bisa merasa aman dan nyaman," tambah Tony.Kebijakan pemerintah Australia ini secara otomatis membatalkan visa Rothman. Dia tidak bisa datang ke Australia selama tiga tahun. Rothman diundang ke Negeri Kanguru oleh Asosiasi Yahudi Australia (Australian Jewish Association/AJA).AJA menjelaskan, visa Rothman dibatalkan beberapa jam sebelum berangkat ke Australia. Pemerintah Australia bertindak tegas karena khawatir kedatangan anggota parlemen Israel itu mengusik suasana damai yang selama ini terjaga di Australia. (*)