Pangkalan militer Fort Stewart,Georgia, Amerika Serikat (AS).
Sang ayah, Eddie Radford, mengaku tidak memahami isi pesan anaknya itu."Saya juga tidak melihat ada yang aneh dari kelakuan anak saya belakangan ini," tambah Eddie Radford (52) seperti diberitakan The New York Times. Tapi, Eddie Radford mengungkapkan, anaknya pernah mengeluhkan perlakuan rasial di pangkalan militer itu. Sang anak bahkan sudah mengajukan permintaan pindah tugas ke tempat lain. Otoritas militer AS sedang menyelidiki motif penembakan ini.Menurut atasannya, pelaku belum pernah ditugaskan ke zona perang dan tak memiliki catatan pelanggaran disiplin militer. Tapi, berdasarkan catatan pengadilan, ia pernah dikenai dakwaan ringan karena mengemudi dalam keadaan mabuk dan menerobos lampu merah. Pelaku akan menjalani sidang militer pada 20 Agustus 2025. Brigadir Jenderal John Lubas mengatakan, pihaknya juga masih menyelidiki bagaimana senjata api pribadi itu bisa masuk ke dalam area tugas pelaku.Sebab, meski pangkalan militer, penggunaan senjata api justru sangat dibatasi di dalam kawasan Fort Stewart. Penyelidikan kasus penembakan ini ditangani oleh Army Criminal Investigation Division dibantu FBI. (*)
Baca juga