Warga menggelar unjuk rasa di Jembatan Pelabuhan Sydney, Australia, menyatakan dukungan untuk Palestina, Minggu (3/7/2025). (Foto: ilkha.com)
LITERASI-ONLINE.COM - Unjuk rasa besar-besaran terjadi di Kota Sydney, Australia, Minggu (3/7/2025).Puluhan ribu pengunjuk rasa yang bersimpati pada Palestina, mendesak Australia ikut mengakui negara Palestina. Massa juga menyuarakan penghentian kekerasan di Gaza, Palestina, yang sudah memakan puluhan ribu korban jiwa, terutama wanita dan anak-anak.Di antara puluhan ribu pengunjuk rasa itu, termasuk pendiri WikiLeaks, Julian Assange.Karena banyaknya warga yang hadir, Jembatan Pelabuhan Sydney tertutup oleh pengunjuk rasa.Julian Assange yang kembali ke Australia tahun lalu setelah dibebaskan dari penjara Inggris, hadir bersama anggota keluarga. Ia ikut berbaris bersama mantan menteri Luar Negeri (Manlu) Australia dan perdana menteri New South Wales, Bob Carr.Meski hujan disertai angin kencang, massa pro-Palestina tetap bersemangat. Massa beberapa kali meneriakkan gencatan senjata sekarang dan bebaskan Palestina. Pihak Kepolisian New South Wales mengatakan, mengerahkan ratusan petugas tambahan di seluruh Sydney untuk mengawal pawai warga.Ikut hadir Mehreen Faruqi, senator New South Wales.Faruqi dalam orasinya di hadapan massa yang berkumpul di Lang Park, pusat kota Sydney mengatakan, unjuk rasa ini akan tercatat dalam sejarah. Anggota parlemen dari Partai Buruh, Ed Husic, juga hadir di antara pengunjuk rasa.Ed Husic meminta Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese, untuk mengakui negara Palestina.Beberapa pengunjuk rasa mengatakan, datang ke Kota Sydney untuk menunjukkan kepada dunia bahwa warga Australia peduli pada krisis kemanusiaan. Hingga saat ini, Australia tidak masuk dalam daftar ratusan negara yang sudah menyatakan mendukung dan mengakui negara Palestina. (*)
Baca juga