Kepala Perpustakaan Digital Universitas Terbuka (UT) Pusat Dr Dian Budiargo kunjungan kerja ke UT Makassar, Jumat (1/8/2025).
LITERASI-ONLINE.COM, MAKASSAR - Sosok yang dulu akrab di layar kaca sebagai pembaca berita TVRI era 1980-an hingga 1990-an, Dr. Dian Budiargo, kini menapaki karier akademik yang tak kalah gemilang. Dian yang kini menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Digital Universitas Terbuka (UT) Pusat, melakukan kunjungan kerja ke UT Makassar, Rabu 30 Juli 2025.Saat tiba di UT Makassar, Dian diterima langsung oleh Direktur UT Makassar, Prof. Dr. H. Abdul Rahman Rahim, SE, MM.Tampak mendampingi Manajer Pemasaran I Made Gunawan, Koordinator Humas dan Kerja Sama Nina Utami Manoarfah, serta Penanggung Jawab Pascasarjana Dr. Jalil, S.Pi, M.Pi.Dalam kunjungan ini, Dian tidak hanya bersilaturahmi, namun juga berbagi pengalaman inspiratif tentang pentingnya literasi, khususnya bagi mahasiswa semester akhir yang tengah menyusun tugas akhir atau skripsi.“Literasi bukan hanya soal membaca, tapi juga membangun nalar kritis, menyusun argumen, dan memperkuat jati diri akademik. Mahasiswa UT, dengan model pembelajaran jarak jauh, justru memiliki peluang besar untuk mengasah kemampuan itu secara mandiri,” kata Dian, yang sebelumnya juga menjabat sebagai Kepala Humas UT Pusat.Antusiasme mahasiswa sangat terasa dalam sesi dialog yang berlangsung santai namun bermakna. Banyak dari mereka menyampaikan pertanyaan hingga refleksi pribadi tentang perjuangan menyelesaikan studi di tengah tantangan belajar jarak jauh.Selain itu, Dian juga melakukan Book View atau peninjauan terhadap dua karya buku yang ditulis oleh dosen UT Makassar, yakni:“Manajemen Strategik” dan “Manajemen SDM” karya Prof. Abdul Rahman Rahim, serta buku “Perikanan dan Kelautan” karya Dr. Jalil, S.Pi, M.Pi.Menurut Dian, karya-karya tersebut mencerminkan kekayaan literasi lokal yang patut didukung, terutama untuk mendukung sumber bacaan mahasiswa UT di berbagai penjuru Indonesia.“Pustaka digital UT perlu terus diisi dengan karya-karya otentik dari dosen UT sendiri. Ini memperkaya referensi yang kontekstual dan dekat dengan realitas Indonesia,” ujarnya.Kegiatan berlangsung akrab dan penuh semangat. Para mahasiswa terlihat antusias menyimak dan menyerap wawasan yang dibagikan, ditambah nuansa nostalgia dari Dian. (*)
Baca juga