Selain itu, Thailand juga menuduh pasukan Kamboja menembakkan senjata berat ke wilayah sipil di Distrik Kap Choeng, Provinsi Surin. Tuduhan Thailand itu dibantah keras Kamboja.Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Letnan Jenderal Maly Socheata, menegaskan, pasukannya melakukan tindakan bela diri.Menurutnya, tentara Kamboja bereaksi setelah serangan tak beralasan dari tentara Thailand. Pernyataan serupa datang dari Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Manet.Dalam unggahan di media sosial Facebook, Hun Manet menjelaskan, militer Thailand menyerang posisi tentara Kamboja di dua lokasi kuil.Masing-masing di Provinsi Oddar Meanchey dan Provinsi Preah Vihear."Kami tidak punya pilihan selain merespons dengan kekuatan bersenjata terhadap agresi bersenjata Thailans," jelas Hun Manet. Thailand membenarkan mengerahkan enam jet F-16 dan berhasil menghancurkan dua markas militer regional Kamboja. Kementerian Pertahanan Kamboja mengonfirmasi, akan merespon dengan tegas serangan udara Thailand."Jet tempur F-16 (milik Thailand) menjatuhkan bom di jalan menuju Pagoda Wat Kaew Seekha Kiri Svarak," kata Kementerian Pertahanan Kamboja. Wilayah itu terletak di perbatasan antara Kamboja dan Thailand yang disengketakan kedua negara. Sengketa perbatasan kedua negara sudah berlangsung lama.Beberapa bulan lalu, tentara kedua negara juga saling serang. Akibatnya, seorang tentara Kamboja tewas tertembak. (*)