Polisi India bersama wanita asal Rusia di pintu gua yang ditutupi kain sari warna merah.

Dari rumah perlindungan perempuan, Nina Kutina sempat mengirim kabar ke keluarganya di Rusia melalui surat elektronik atau email.

Dalam suratnya yang kemudian dipublikasikan, Nina Kutina mengatakan, "Kehidupan damai kami di gua telah berakhir. Rumah gua kami dihancurkan." 

"Selama bertahun-tahun hidup di bawah langit terbuka, tak pernah ada ular atau binatang yang menyakiti kami,” tambahnya.

Hasil penyelidikan polisi menyebutkan, wanita ini pertama kali datang ke India pada 2016 dengan visa bisnis selama enam bulan.

Nina Kutina ketahuan melanggar izin tinggal sebelum akhirnya meninggalkan India pada 2018 menuju Nepal. 

Awal tahun 2020, Nina Kutina kembali datang ke India dengan visa turis multi-kunjungan.

Selama menetap di India, Nina Kutina pernah menjadi guru bahasa dan sastra Rusia.

Menurut polisi, wanita ini rutin bepergian ke Gokarna yang terkenal dengan keindahan alam dan situs religiusnya.

Pihak kepolisian menambahkan, wanita ini tipe petualang dan suka hidup di alam terbuka.

Meski tidak mengganggu ketertiban umum, ia akan dideportasi ke negara asalnya karena melanggar izin tinggal. 

Pada Senin (14/7/2025), Nina Kutina  dan kedua anaknya dibawa ke kantor Imigrasi di Kota Bengaluru. 

Mereka ditempatkan di pusat penahanan sambil menunggu proses deportasi ke Rusia. (*)


Baca juga