Presiden Kamerun Paul Biya

Paul Biya yang memimpin negara Afrika Tengah itu sejak 1982, belum pernah kalah dalam pemilihan umum.  

Dalam unggahan resminya di media sosial X (dulu Twitter), Paul Biya menegaskan, maju lagi sebagai capres karena banyaknya permintaan warga.

Terutama desakan dari masyarakat pada 10 wilayah di Kamerun.

"Saya adalah kandidat untuk pemilihan presiden 12 Oktober 2025. Yakinlah bahwa tekad saya untuk melayani Anda sepadan dengan tantangan berat yang kita hadapi," kata Paul Biya, seperti diberitakan The Business Standard, Senin (14/7/2025). 

Paul Biya akan maju sebagai capres dari Partai Gerakan Demokratik Rakyat Kamerun (CPDM) yang dipimpinnya. 

Paul Biya bisa terus berkuasa setelah terjadi perubahan konstitusi negara itu pada tahun 2008.

Ketika itu, perubahan konstitusi menghapuskan batas masa jabatan presiden. 

Salah satu isu penting yang membayangi pencalonan Paul Biya adalah soal kondisi kesehatannya.

Tapi, pemerintah melarang media memberitakan kondisi kesehatan presiden.  

Bahkan kesehatan pemimpin negara dikategorikan sebagai isu keamanan nasional.

Karena itu, mereka yang melanggar larangan menginformasikan kondisi kesehatan presiden diancam hukuman. (*)



Baca juga