Presiden Prancis, Emmanuel Macron

LITERASI-ONLINE.COM - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mendesak Inggris Raya untuk mengakui kedaulatan negara Palestina sebagai upaya mencapai perdamaian di Timur Tengah.

Macron menyampaikan desakan itu ketika berbicara di parlemen Inggris Raya, Selasa (8/7/2025) waktu setempat.

Presiden Prancis mengunjungi Inggris Raya selama tiga hari, mulai Selasa (8/7/2025) memenuhi undangan Raja Charles III. 

Kedatangan Macron di Kota London disambut langsung oleh keluarga kerajaan.

Setelah seremoni penyambutan oleh keluarga kerajaaan, Macron menghadiri pertemuan dengan parlemen Inggris Raya di Istana Westminster.

Macron menegaskan, pengakuan kemerdekaan Palestina merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian di Timur Tengah.

"Dengan Gaza yang tinggal reruntuhan dan Tepi Barat setiap hari diserang Israel, perspektif tentang negara Palestina tidak pernah terancam seperti ini," tegas Macron, seperti diberitakan Al Jazeera.

"Karena itu, solusi dua negara dan pengakuan negara Palestina adalah satu-satunya jalan membangun perdamaian dan stabilitas untuk seluruh kawasan," katanya.

Macron juga menyerukan gencatan senjata di Gaza dan Ukraina.

Menurut Macron, Prancis dan Inggris harus bekerja sama lebih erat untuk memperkuat Eropa, termasuk di sektor pertahanan, imigrasi, iklim, dan perdagangan.

"Inggris Raya dan Prancis harus menunjukkan kepada dunia bahwa aliansi kita bisa membuat perbedaan," jelasnya.

Pada momen ini, Macron tanpa basa-basi menegaskan perlunya London (Inggris) dan Paris (Prancis) mengurangi ketergantungan kepada Amerika Serikat (AS) dan China.

Ia mengatakan, Inggris dan Prancis harus mengurangi risiko "ketergantungan ganda" terhadap dua ekonomi terbesar dunia itu. 

Agenda selanjutnya, Macron dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. 

Agenda pembicaraan adalah imigrasi, pertahanan, dan investasi. (*)


Baca juga