PM Thailand Paetongtarn Shinawarta
"Pihak seberang" yang dimaksud PM Thailand diduga seorang komandan militer Thailand yang selama ini vokal. Paetongtarn menyebut, "pihak seberang" itu ingin terlihat hebat dan mengatakan hal-hal yang tidak menguntungkan bangsa. Paetongtarn menambahkan, pihaknya menginginkan perdamaian seperti sebelum adanya bentrokan.Paetongtarn juga terdengar sangat akrab dengan Hun Sen. "Kalau paman membutuhkan apa pun, bilang saja, nanti saya yang urus," kata wanita muda ini. Hun Sen dalam pernyataannya mengatakan, membagikan rekaman isi percakapan itu kepada sejumlah pejabat Kamboja.Hun Sen menduga, salah seorang pejabat Kamboja itu yang membocorkannya ke publik. Paetongtarn Shinawarta adalah putri mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra.Sedangkan Hun Sen merupakan mantan pemimpin Kamboja selama puluhan tahun. Thaksin Shinawatra dikenal memiliki hubungan baik dengan Hun Sen.Meski tidak lagi menjabat, Hun Sen memiliki pengaruh kuat di Kamboja. Kritik dari OposisiPaetongtarn yang membela diri, menyebut percakapan dengan Hun Sen sebagai bentuk negosiasi antara dua negara. Tapi, pihak oposisi menganggap Paetongtarn telah membahayakan kepentingan nasional. Kritik serupa datang dari akademisi yakni profesor ilmu politik Universitas Chulalongkorn, Thitinan Pongsudhirak. Prof Thitinan Pongsudhirak menilai, Paetongtarn "melemahkan" posisinya sebagai perdana menteri dan merugikan kepentingan nasional karena tunduk pada Hun Sen.Prof Thitinan Pongsudhirak memprediksi Paetongtarn akan lengser dari jabatannya dan menghadapi proses hukum karena tindakannya itu. (*)
Baca juga