Presiden AS Donald Trump
LITERASI-ONLINE.COM - Sejumlah kebijakan dalam negeri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman dari warganya sendiri.Warga menilai, Donald Trump otoriter dan tidak menunjukkan sosok presiden yang demokratis.Bukan hanya warga, pejabat negara bagian juga menentang kebijakan sang presiden.Gubernur California dan Walikota Los Angeles (LA) misalnya, mengecam keputusan Trump yang mengirim 2.000 personel Garda Nasional dan ratusan marinir aktif untuk mengatasi unjuk rasa di Los Angeles yang kini masih bergejolak.Unjuk rasa yang kemudian berubah menjadi kerusuhan ini dipicu razia besar-besaran pemerintah federal kepada para imigran.Gubernur California dan Walikota LA menilai tindakan Trump otoriter, sebab pengiriman Garda Nasional tidak melibatkan pemerintah negara bagian. Saat ini, sejumlah warga AS bersiap menggelar demo besar-besaran untuk menentang kepemimpinan Trump. Para penentang Trump berencana menggelar unjuk rasa bertajuk "No Kings" pada hari Sabtu, (14/6/2025) waktu setempat. Unjuk rasa akan dilakukan bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-250 Angkatan Darat AS serta hari ulang tahun Trump yang ke-79. Menurut kantor berita AP, Jumat (13/6/2025), unjuk rasa bernama "No Kings" untuk menentang upaya Trump memuaskan egonya.Gerakan 50501Tema "No Kings" dalam rencana unjuk rasa ini diusung oleh Gerakan 50501.50501 merupakan sebuah gerakan nasional yang terdiri dari warga biasa dari seluruh AS.
Baca juga