Perdana Menteri (PM) Mongolia, Luvsannamsrai Oyun-Erdene

"Tanpa sumber penghasilan yang jelas, gaya hidup mewah mereka, dari tas mewah, helikopter pribadi, hingga pesta eksklusif, terasa seperti penghinaan bagi rakyat," kata salah seorang warga Mongolia. 

Ia menambahkan, ketimpangan sosial-ekonomi di Mongolia semakin terasa nyata ketika para pemimpin negara justru terlihat hidup dalam kemewahan. 

Berbanding terbalik dengan kebanyakan rakyat yang sedang hidup kesusahan. 

"Biaya hidup melonjak dan banyak warga kini hidup dari utang ke utang," kata warga.

Selama ini, pemerintahan Oyun-Erdene yang menjabat sejak 2021, didukung koalisi tiga partai.

Namun, setelah gaya hidup mewah keluarga perdana menteri memicu unjuk rasa warga, sejumlah anggota koalisi berbalik arah ikut mendesak pengunduran dirinya.

Apalagi gelombang unjuk rasa warga terus berlanjut bahkan berlangsung selama dua pekan di ibu kota Ulan Bator.

Mayoritas peserta unjuk rasa berasal dari generasi muda yang aktif di media sosial. (*)



Baca juga